Kamis, 13 April 2017

BERBAGAI CARA, 1 TUJUAN

Assalamu'alaikum
Hai haiii๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜ƒ
Guys....
Ga papa kali ya ditulisanku/ketikanku kali ini, aku bakal nulis yg agak curcol curcol sedikit gitu ke kalian.

Ga papa kan? Ngijinin kan kalian?


Ngijinin lah.
Awas aja sampe ga ngijinin๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜’


hehehe santai santaii....๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜†
Aku mau cerita aja kok bukan mau ngajak ribut,
karena aku beragama islam dan arti islam sendiri itu berakar dari kata salam yang artinya damai/Peace✌✌✌

Oke,mari kita kembali ke topik yg ingin aku ceritakan

3 hari yang lalu,aku dengan teman2 sekelasku pergi jalan-jalan gt ceritanya untuk mempererat ukhuwah kita.
Ya,kita pergi ke Malang(lebih tepatnya Batu,karena fyi guys bagi yang belum tau nih, Batu dan Malang sekarang itu sudah pisah{udah lama sebenernya}, dan menjadi kab kota yg berbeda, Batu menjadi Kabupaten dan Malang menjadi Kota)

Destinasi pertama yang kita kunjungi kesana itu guys adalah Omah Kayu
Nah, selama perjalanan menyusuri Omah Kayu tersebut, aku banyak membaca gt(bah itu tulisan maupun alam sekitar)
Saat menyusuri nih guys,aku tertarik ke sebuah kalimat yang sangat bermakna bagiku.
Disana terdapat sebuah tulisan :

                        "2 ARAH 1 TUJUAN"

Dan aku seperti merenungi tulisan itu guys,
emang bener disana terdapat 2 arah yang berbeda tp tetap 1 tujuan yaitu ke omah kayu nya itu sendiri.

Tapi,aku mencoba menghubung-hubungkan kalimat tersebut dgn kehidupan kita.

2 Arah = berbagai cara
1 tujuan = kebahagiaan yang lebih kekal/akhirat/surga

Ya,kalian pasti tau sendiri lah ya kita di dunia itu tujuannya apa?

*untuk yg masih belom tau, yuk mari kita merenungkan sejenak, kembali kepada-Nya, tujuan kita di dunia ini itu untuk apa๐Ÿ˜„*

Pasti untuk kembali kepada-Nya dan mencapai ke kebahagiaan yang kekal.
Dan untuk mencapai ke kebahagiaan yang kekal itu, kita dapat melakukannya dengan berbagai cara di Bumi ini. Mulai dari sedekah, sholat, puasa, saling tolong menolong,mempererat tali persaudaraan(silaturahim) antar sesama, dan masih banyak lagi sampai ke Perbaikan Masyarakat yang Seimbang. Dan kalian melakukan itu, bisa jg scr langsung atau bisa juga melalui pekerjaan kalian. Dan pekerjaan di dunia ini itu so banyak pilihan ya. Jadi, terserah kalian mau milih pekerjaan kalian itu apa aja tapi yang harus kalian ingat ya,kalian jangan sampai lupa tujuan kalian hidup ini itu untuk apa. Tujuan kalian hidup kan yaitu untuk dapat mencapai dan lulus untuk mendapatkan kebahagiaan yang kekal yakni di akhirat kelak.


ู…َู†ْ ูŠَّุดْูَุนْ ุดَูَุงุนَุฉً ุญَุณَู†َุฉً ูŠَّูƒُู†ْ ู„َّู‡ٗ ู†َุตِูŠْุจٌ ู…ِّู†ْู‡َุง   ۚ  ูˆَู…َู†ْ ูŠَّุดْูَุนْ ุดَูَุงุนَุฉً ุณَูŠِّุฆَุฉً ูŠَّูƒُู†ْ ู„َّู‡ٗ ูƒِูْู„ٌ ู…ِّู†ْู‡َุง    ؕ  ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู…ُّู‚ِูŠْุชًุง
Barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang baik, niscaya dia akan memperoleh bagian dari (pahala)nya. Dan barang siapa memberi pertolongan dengan pertolongan yang buruk, niscaya dia akan memikul bagian dari (dosa)nya. Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
[QS. An-Nisa': Ayat 85]


ูˆَุฏَّ ฺฉَุซِูŠْุฑٌ ู…ِّู†ْ ุงَู‡ْู„ِ ุงู„ْูƒِุชٰุจِ  ู„َูˆْ ูŠَุฑُุฏُّูˆْู†َูƒُู…ْ ู…ِّู†ْۢ ุจَุนْุฏِ ุงِูŠْู…َุงู†ِูƒُู…ْ ูƒُูَّุงุฑًุง   ۚ  ุญَุณَุฏًุง ู…ِّู†ْ ุนِู†ْุฏِ  ุงَู†ْูُุณِู‡ِู…ْ ู…ِّู†ْۢ ุจَุนْุฏِ ู…َุง ุชَุจَูŠَّู†َ ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุญَู€ู‚ُّ  ۚ  ูَุงุนْูُูˆْุง  ูˆَุงุตْูَุญُูˆْุง ุญَุชّٰู‰ ูŠَุฃْุชِูŠَ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุจِุงَู…ْุฑِู‡ٖ   ؕ  ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุนَู„ٰู‰ ฺฉُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ  ู‚َุฏِูŠْุฑٌ
Banyak di antara Ahli Kitab menginginkan sekiranya mereka dapat mengembalikan kamu setelah kamu beriman, menjadi kafir kembali, karena rasa dengki dalam diri mereka setelah kebenaran jelas bagi mereka. Maka maafkanlah dan berlapang dadalah sampai Allah memberikan perintah-Nya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 109]


ูˆَุงَู‚ِูŠْู…ُูˆุง ุงู„ุตَّู„ٰูˆุฉَ ูˆَุงٰุชُูˆุง ุงู„ุฒฺَّฉٰูˆุฉَ   ؕ  ูˆَู…َุง ุชُู‚َุฏِّู…ُูˆْุง ู„ِุงَู†ْูُุณِูƒُู…ْ ู…ِّู†ْ ุฎَูŠْุฑٍ ุชَุฌِุฏُูˆْู‡ُ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู„ّٰู‡ِ  ؕ  ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุจِู…َุง ุชَุนْู…َู„ُูˆْู†َ ุจَุตِูŠْุฑٌ
Dan laksanakanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan segala kebaikan yang kamu kerjakan untuk dirimu, kamu akan mendapatkannya (pahala) di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 110]

ูَุงِุฐَุง ูَุฑَุบْุชَ ูَุงู†ْุตَุจْ ۙ
Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),
[QS. Al-Insyirah: Ayat 7]


ูˆَุชَุฑٰู‰ ูƒُู„َّ ุงُู…َّุฉٍ ุฌَุงุซِูŠَุฉً ูƒُู„ُّ ุงُู…َّุฉٍ ุชُุฏْุนٰูۤ‰ ุงِู„ٰู‰ ูƒِุชٰุจِู‡َุง   ؕ  ุงَู„ْูŠَูˆْู…َ ุชُุฌْุฒَูˆْู†َ ู…َุง ูƒُู†ْุชُู…ْ ุชَุนْู…َู„ُูˆْู†َ
Dan (pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut. Setiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
[QS. Al-Jasiyah: Ayat 28]


ุงَ ู„ْูŠَูˆْู…َ ุชُุฌْุฒٰู‰ ูƒُู„ُّ ู†َู€ูْุณٍۢ ุจِู…َุง ูƒَุณَุจَุชْ    ؕ  ู„َุง ุธُู„ْู…َ ุงู„ْูŠَูˆْู…َ    ؕ  ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุณَุฑِูŠْุนُ ุงู„ْุญِุณَุงุจِ
Pada hari ini, setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya.
[QS. Ghafir: Ayat 17]


ูŠٰูٓ€ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َูŠฺْฉُู…ُ ุงู„ุตِّูŠَุงู…ُ ฺฉَู…َุง ูƒُุชِุจَ ุนَู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ู…ِู†ْ ู‚َุจْู„ฺِฉُู…ْ ู„َุนَู„َّูƒُู…ْ ุชَุชَّู‚ُูˆْู†َ ۙ
Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
[QS. Al-Baqarah: Ayat 183]


ูŠٰูۤ€ุงَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ู‚ُู„ْ ู„ِّุงَุฒْูˆَุงุฌِูƒَ ูˆَุจَู†ٰุชِูƒَ ูˆَู†ِุณَุงุٓกِ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠْู†َ ูŠُุฏْู†ِูŠْู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِู†َّ ู…ِู†ْ ุฌَู„َุงุจِูŠْุจِู‡ِู†َّ    ؕ  ุฐٰ ู„ِูƒَ ุงَุฏْู†ٰูٓ‰ ุงَู†ْ ูŠُّุนْุฑَูْู†َ ูَู„َุง ูŠُุคْุฐَูŠْู†َ    ؕ  ูˆَูƒَุงู†َ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุบَูُูˆْุฑًุง ุฑَّุญِูŠْู…ًุง
Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, "Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[QS. Al-Ahzab: Ayat 59]


ูˆَู„ِูƒُู„ٍّ ูˆِّุฌْู‡َุฉٌ ู‡ُูˆَ ู…ُูˆَู„ِّูŠْู‡َุง ۚ  ูَุงุณْุชَุจِู‚ُูˆุง ุงู„ْุฎَูŠْุฑٰุชِ  ؕ  ุงَูŠْู†َ ู…َุง ุชَูƒُูˆْู†ُูˆْุง ูŠَุฃْุชِ ุจِูƒُู…ُ ุงู„ู„ّٰู‡ُ ุฌَู…ِูŠْุนًุง  ؕ  ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ุนَู„ٰู‰ ูƒُู„ِّ ุดَูŠْุกٍ ู‚َุฏِูŠْุฑٌ
Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
[QS. Al-Baqarah: Ayat 148]


TERIMAKASIH
MOHON MAF BILA ADA KESALAHAN
๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡And don't forget to look at my blog too๐Ÿ‘‡๐Ÿ‘‡
teenagerdakwah.blogspot.com

WASSALAMU'ALAIKUM WR.WB
#dothebestforIndonesia #dothebestforbetterfuture #dothebestforbetterlife #bepositiveperson #bepositiveteenager #dothebestforperents #dothebestformyself #tobegoodteenegermuslim #PMYS

Kamis, 23 Maret 2017

HUBUNGAN Ksp DENGAN KEADAAN MANUSIA

Assalamu'alaikum๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ๐Ÿ™Œ
Hai hai๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‰
Akhirnya telah lama kita tak berjumpa,akhirnya kita berjumpa lagii๐Ÿ˜„๐Ÿ™Œ๐Ÿ™‹
Nah nah
Kali ini saya ingin nulis aja sih tentang hubungan antara KIMIA dgn manusia
Saya menulis ini karena saya terinspirasi oleh guru kimia saya tercinta❤๐Ÿ’—๐Ÿ’“๐Ÿ’•๐Ÿ’ž๐Ÿ‘
Saya akan mengambil salah satu materi di bab Kesetimbangan Dalam Larutan di kelas 11
Materinya yaitu Ksp
Kalian semua pasti udah pada tau lah Ksp itu apa? Terutama yang kelas 11
Ya,bener banget.
Ksp adalah hasil kali kelarutan
Nah di Ksp sendiri ini nih terdapat 3 macam/tahap yaitu :

•BELUM JENUH•

Yaitu suatu keadaan dimana suatu kelarutan yang dicampurkan dengan pelarutnya,kelarutan ini masih bisa larut dalam pelarutnya.
Sama seperti manusia. Manusia di tahap belum jenuh masih mempunyai semangat dan perasaan yang menggebu-gebu sehingga, manusia yang masih di tahap belum jenuh akan mudah menerima saran+kritikan dari orang lain. Itu semua akan larut atau dapat dicerna dengan baik.

•TEPAT JENUH•

yaitu suatu keadaan di mana kelarutan sudah maximum dalam pelarutnya.
Kali ini saya akan bertanya. Jika kelarutan sudah tepat jenuh, apakah yang terjadi jika ditambah kelarutan lagi? Apakah kelarutan tersebut akan larut jika di larutkan dengan pelarutnya? Tentu saja pasti kalian semua tau jawabannya
Jawabannya yaitu TIDAK malah akan membentuk endapan di pencampuran tsb sehingga akan menyebabkan kejadian di tahap selanjutnya yaitu LEWAT JENUH. Sama seperti manusia. Manusia ketika telah melakukan aktifitasnya secara maximal pasti ada kalanya lelah,capek,letih,bosan,dll. Jika manusia dipaksa untuk melakukan hal tersebut tentu kalian tau apa yang terjadi. Stress dan sebagainya. Sehingga ketika manusia berada di tahap ini dan orang lain memberi saran+kritikan dll, pasti kalian tau apa yang akan terjadi. Akan marah,tidak diterima,sensitif,dll meskipun skalanya masih lebih kecil.

•LEWAT JENUH•

Yaitu suatu keadaan dimana kelarutan benar2 sudah maximal bercampur dgn pelarutnya sehingga terbentuklah endapan/mengendap. Sama seperti manusia.Manusia ketika sudah dalam keadaan tepat jenuh dipaksa untuk melakukan lagi secara maximal tentu benar2 akan kelewat jenuh yaitu stress. Dan akibatnya ketiaka mendapat saran+kritikan akan mudah marah dan sensitif skala besar. Dan bisa2 menjadi gila.

Lalu bagaimana cara mengatasi itu semua?

Kita dapat melakukan cara2 yang telah diajarkan oleh Islam
Apa sajakah itu?
•Membaca Al-Qur'an dan mentadaburi
•Berdzikir
•Kembali kepadanya(sholat sunnah)
•Refreshing
•Rihlah
•Mengisi ulang iman dgn datang ke pengajian atau forum kajian diskusi(meskipun kalian remaja,jangan malu untuk datang ya. Karena lebih baik terlihat jadul dihadapan manusia daripada terlihat buruk dihadapan Allah๐Ÿ˜‰)
•Berolahraga
•Mendengarkan murottal
•Dll

Jadi guys, yuk mari sama2 introspeksi diri dan melihat keadaan sekitar siapatau kita atau teman kita yang sedang mengalami hal2 tersebut dapat diatasi dengan saling menyokong atau memberikan dukungan karena kita sebagai umat muslim harus saling membantu dan menjaga ukhuwah Islamiyah kita. Agar teman atau diri kita dapat kembali lagi ke keadaan BELUM JENUH.

SEMANGAT!!!

Sekian dari saya.Kurang lebihnya mohon maaf.
Wassalamu'alaikum wr.wb.๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‰๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช๐Ÿ’ช

Senin, 12 Desember 2016

MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1438H


Assalamu’alaikum sahabat yang dirahmati oleh Allah SWT.
Bertepatan tanggal 12 Desember 2016 ini ada perayaan hari besar kelahiran Nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang dinamakan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang perayaannya jatuh setiap tanggal 12 Rabi’ul Awal tahun Hijriyah. Kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Secara subtansi, peringatan ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad.
Mengapa hari lahir Nabi Muhammad dirayakan besar-besaran?
Muhammad yang menjadi Nabi akhir zaman lahir dari pasangan ayah Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibu Aminah. Ayahnya Abdullah telah meninggal dunia saat ibunya mengandung usia tujuh bulan. Dan ibunya meninggal ketika Nabi Muhammad berumur 7 tahun, yang kemudian di asuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib
Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah, bertepatan dengan 20 April 571 Masehi. Saat itu kondisi Kota Mekkah sedang dilanda ancaman peperangan. Pasukan Abrahah Al Ashram menyerang Kota Mekkah dan ingin menghancurkan Ka'bah, peninggalan Nabi Ibrahim AS. Namun rencana Abrahah gagal karena pasukannya diserang oleh burung ababil yang tiba-tiba memenuhi langit Kota Mekkah, dengan membawa batu yang sangat panas dari api Neraka atas seizin Allah SWT. Nabi Muhammad mempunyai 4 sifat yang saat ini kita kenal yaitu Shidiq, Amanah, Fatonah, dan Tabligh.
Nabi Muhammad lahir ketika kota Mekkah mengalami kerusakan
Di masa hidupnya Nabi Muhammad mendapatkan cobaan yang sangat berat ketika berdakwah, seperti dicaci-maki,dilempar kotoran unta,diserang orang kafir Quraisy,ditentang dan diserang oleh pamannya sendiri,dan sebagainya. Nabi Muhammad sangat berpengaruh besar dalam penyebaran agama Islam didunia. Sampai-sampai, Allah menyebutkan di dalam surah Al-Ahzab ayat 21
ู„َู‚َุฏْ ูƒَุงู†َ ู„َูƒُู…ْ ูِูŠ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฃُุณْูˆَุฉٌ ุญَุณَู†َุฉٌ ู„ِู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ูŠَุฑْุฌُูˆ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَุงู„ْูŠَูˆْู…َ ุงู„ْุขุฎِุฑَ ูˆَุฐَูƒَุฑَ ุงู„ู„َّู‡َ ูƒَุซِูŠุฑًุง


Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.
Dan surah Al-Ahzab ayat 56 yang menjelaskan  bahwa Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi Muhammad.
ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَู…َู„َุงุฆِูƒَุชَู‡ُ ูŠُุตَู„ُّูˆู†َ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ۚ ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุตَู„ُّูˆุง ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„ِّู…ُูˆุง ุชَุณْู„ِูŠู…ًุง


Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Rabu, 30 November 2016

Indah di Mata Allah



              Semua manusia memang terlahir secara suci dan beragama Islam dalam bentuk fisik yang berbeda-beda. Berkulit putih, berkulit sawo matang, bahkan berkulit hitam adalah kuasa Allah swt. yang harus kita syukuri dan kita jaga. Tubuh yang tinggi atau pendek, gendut atau kurus, berambut lurus atau keriting, memang hal yang biasa. Memang terkadang kita merasa lebih kurang dibandingkan dengan yang lain.

              Memang kita selalu melihat keatas, melihat kelebihan orang lain, merasa orang lain lebih baik, dan kita bukan apa-apa. Tapi itu salah. Salah besar. Allah menciptakan manusia dengan fisik yang berbeda-beda agar manusia bisa bersyukur dan tidak menjadikan fisik sebagai acuan jika ia terpandang di mata Allah atau tidak. Cukuplah menjadi manusia yang jujur dan ikhlas dalam menjalani hidup. Allah menilai seseorang bukan dari sisi luar, tapi dari ketaqwaan umatnya selama menjalani hidup.



             Untuk apa memiliki fisik yang sempurna, namun tidak mematuhi aturan Allah? Allah adalah juri dari kehidupan di alam raya. Dan beribadah adalah hal yang diperlombakan. Siapa menang, akan masuk surga Allah. Sebagai kontestan, kita harus mempersiapkan semuanya selama hidup dan tidak menunda-nunda.

Semoga postingan ini bermanfaat. Dan kita menjadi lebih bersyukur dengan apa yang kita miliki.
Aamiin..

-AFS- 

sumber : OA SKI SMAN 2 SURABAYA (line : @izy9863u )


 

Sabtu, 12 November 2016

JANGAN JADI MUSLIM YANG BODOH!



Tidak ada sikap yang lebih mulia bagi hamba Allah yang bertauhid, kecuali selalu bertakwa di mana pun, kapan pun dan dalam kondisi bagaimana pun. Insya Allah. Tidak ada seorang pun dari kita yang rela disebut orang bodoh, karena istilah ini menjadikan seseorangrendah dan hina.
Jauh-jauh waktu baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberi solusi agar kita terhindar dari kebodohan dengan cara atau menuntut ilmu. Bahkan, hal ini diwajibkan bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam. Dalam hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang disahihkan oleh Al-Imam Al-Albani, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib dilakukan oleh setiap muslim.”
Jelas, masing-masing kita yang memeluk agama Islam, lelaki atau pun perempuan, wajib untuk menuntut dan mempelajari ilmu. Dan sesuatu yang disebut wajib oleh syariat, jika ditinggalkan maka pelakunya akan diazab dan jika dikerjakan pelakunya akan diberi pahala.
Tapi pertanyaannya, mana ilmu yang wajib untuk kita pelajari? Apa ilmu yang akan mendatangkan pahala dan balasan baik untuk kita?
Para ulama ahlus sunnah wal jama’ah dari generasi sahabat nabi sampai abad ini sepakat bahwa yang dimaksud dengan ilmu dalam hadits mulia yang telah disebut di atas adalah ilmu agama. Yakni, ilmu syar’i, ilmu yang berlandaskan segala firman Allah, sabda Rasulullah dan ucapan-ucapan para sahabat nabi serta ulama-ulama yang mengikuti pemahaman mereka. Inilah ilmu yang sebenarnya yang wajib dipelajari oleh setiap muslim dan muslimah.
Karena itu, jika seorang muslim atau muslimah tidak peduli terhadap ilmu agamanya atau bahkan ia bersikap apatis terhadapnya, ia terancam dengan dosa, murka dan siksa Allah ‘azza wa jalla. Keutamaan ilmu syar’i dan para pelajarnya sangat banyak disebutkan dalam Al Qur-an dan Al Hadits.
Ilmu agama yang harus kita pelajari terbagi menjadi dua sisi. Pertama, ilmu agar kita bisa mengenal Allah dan beribadah kepadaNya dengan benar. Kedua, ilmu agar kita tidak salah langkah dalam urusan dunia di keseharian kita.
Siapa saja yang tidak mengindahkan ilmu agama Islam, maka ia akan terseret ke dalam banyak kejelekan dan kerusakan, di dunia atau pun kelak di akhirat. Di dunia, berapa banyak orang yang jatuh dalam kekufuran, kesyirikan, perdukunan, ramalan zodiak, hipnotis, pelet, jimat, mantra-mantra, kemurtadan, kebidahan, sikap fanatik yang tidak syar’i, hizbiyyah dan lain sebagainya.
Berapa banyak laki-laki muslim yang jatuh dalam dosa dan maksiat, berpakaian tapi telanjang, lalai shalat berjamaah di masjid, memakan harta riba, berzina, dan lain sebagainya. Berapa banyak wanita muslimah yang jatuh dalam kubangan noda dosa, memamerkan aurat, berpacaran, tabarruj dandanan jahiliyyah, rela dijadikan komoditas, bepergian tanpa mahram, sembarangan keluar rumah, dan lain sebagainya.
Adapun di akhirat, orang-orang yang apatis dengan ilmu agama Islam akan merasakan kengerian suasana neraka dan dahsyatnya azab Allah yang sebelumnya ia merasakan ketidaknyamanan tinggal di alam barzakh. Ini semua terjadi disebabkan oleh kebodohan mereka tentang ilmu agama Allah. Ilmu agamalah yang akan menyelamatkan kita dari segala kejelekan dan kebinasaan. Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan (semoga Allah senantiasa menjaganya) pernah mengatakan, “Paham akan ilmu agama adalah tameng pelindung dari segala macam fitnah dan ujian.”
Orang bodoh nan jahil akan sulit menemukan jalan menuju Surga, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Imam Abu Dawud dan yang lainnya, “Siapa saja yang menempuh satu jalan dalam rangka menuntut ilmu agama, niscaya Allah akan memudahkan untuknya jalan menuju Surga karena amalannya itu.”
Orang bodoh nan jahil akan sulit untuk merasa takut kepada Allah, karena Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman,
ุฅِู†َّู…َุง ูŠَุฎْุดَู‰ ุงู„ู„َّู‡َ ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู‡ِ ุงู„ْุนُู„َู…َุงุก
“Sesungguhnya yang takut kepada Allah hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir: 28)
Orang bodoh nan jahil tidak mungkin mendapatkan keutamaan, kebaikan dan manfaat seperti yang didapat oleh orang yang berilmu, karena Allah telah menyatakan,
ู‡َู„ْ ูŠَุณْุชَูˆِูŠ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠَุนْู„َู…ُูˆู†َ
“Apakah sama orang yang berilmu dengan orang yang tak berilmu?” (QS. Az Zumar: 9)
Orang bodoh nan jahil akan terjauh dari berbagai macam kebaikan, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menyebutkan, “Siapa saja yang Allah kehendaki mendapat kebaikan, maka Allah akan memahamkannya terhadap urusan agama.”
Tidak ada keberuntungan bagi orang yang bodoh nan jahil, tidak ada keberhasilan bagi orang yang bodoh akan ilmu syar’i, tidak ada kesuksesan bagi orang yang tidak tahu ilmu agama Allah, dan tidak ada laba yang bernilai bagi orang yang tak mengerti tentang ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Abdullah bin Abbas pernah memberikan nasihat emas kepada kaum muslimin di zamannya. Kata beliau, “Jadilah kalian orang-orang rabbani, halim dan faqih.”
Rabbani adalah orang yang mampu mendidik manusia dari yang asalnya bodoh menjadi berilmu. Halim adalah orang yang memiliki ketenangan dan kesabaran dalam segala hal. Faqih adalah orang yang paham, tahu dan mengerti akan ilmu-ilmu agama Allah.
Sungguh, ini adalah nasihat berharga, sebuah kalimat singkat namun sarat makna. Semoga Allah memberikan balasan baik yang berlimpah kepada penyampainya. Ilmu sangat diperlukan oleh setiap orang sebelum berbicara atau pun berbuat, karena jika suatu ucapan atau amalan tidak dilandasi ilmu, maka kegagalan dan kehancuranlah yang akan muncul.
Imam Bukhari pernah menyebutkan, “Harus ada ilmu sebelum berucap dan berbuat.” Pernyataan indah ini semakna dengan firman Allah,
ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงุณْุชَุบْูِุฑْ ู„ِุฐَู†ุจِูƒَ ูˆَู„ِู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ูˆَุงู„ْู…ُุคْู…ِู†َุงุชِ
“Maka, berilmulah bahwa ‘laa ilaaha illallah’ [Tidak sembahan yang berhak disembah selain Allah]. Lalu, mintalah ampunan kepada Allah untuk dosamu, untuk kaum mukminin dan mukminat.” (QS. Muhammad: 19)
Sangat jelas, Allah terlebih dahulu memerintahkan hambanya untuk berilmu sebelum ber-istighfar memohon ampunan kepadaNya, dan kita ketahui bahwa istighfar dilakukan dengan ucapan dan perbuatan.
Kaum muslimin yang semoga senantiasa dilindungi oleh Allah.
Seorang muslim yang pandai dan berakal sehat akan selalu sadar bahwa dirinya membutuhkan ilmu dalam segala aspek kehidupan dan aktivitas kesehariannya. Apalagi, ia tahu bahwa tujuan hidup di dunia fana ini adalah ibadah kepada Allah dengan benar dan ia pun mengerti bahwa agama Islam yang dicintai dan diagungkannya tidak akan pernah terealisasikan, kecuali dengan dua hal yang sangat penting. Pertama, tidak boleh ada yang diibadahi dengan benar kecuali Allah saja. Kedua, peribadatan kepada Allah akan terwujud dengan benar jika dilakukan sesuai syariat yang telah diatur dan ditetapkan olehNya.
Dua hal yang sangat penting tersebut adalah esensi tauhid, yaitu “asyhadu an laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.” Dan seorang hamba Allah tidak bisa mewujudkan esensi tauhid jika ia bodoh tentang ilmu agama.
Hakikat tauhid bisa direalisasikan jika dua poin penting itu terpenuhi: dengan melakukan ibadah yang telah disyariatkan oleh Allah. Dan bagaimana mungkin bisa seorang muslim bisa mengerjakan ibadah yang telah disyariatkan oleh Rabbnya dalam keadaan ia tak berilmu?
Semoga Allah memberi semangat kepada kita dan seluruh kaum muslimin untuk mau tafaqquh fid diin (paham akan urusan agama) dan semoga Allah menjauhkan kita dari segala bentuk kebodohan yang akan menghinakan kita di dunia atau pun akhirat. Allahumma amin.
Wallahu a’lam walhamdulillahi Rabbil’alamin.
Sumber:
Buletin Jum’at Dakwah Islam, nomor 55, tahun ke-2, 16  Jumadil Akhir 1437 H/25 Maret  2016 M
http://dakwahislam.net/jangan-mau-jadi-muslim-yang-bodoh/